Jumat, 19 Agustus 2016

Arif Nugroho

Tetaplah bersama saya terimalah kekurangan saya. Kamu yang datang disaat hati ini butuh penyemangat hidup. Tiba-tiba masuk mengucapkan salam dan berjabat tangan di lapangan. Apakah kamu ingat? Saya berharap kamu menjawab Ya.
3 Agustus 2016, 08.00
Mungkin itu hari indah, hari yang entah keberapa kali kita berjumpa. Senyum pertama jatuh di depan mata. Oh indahnya. Diselingi para Erman yang menghibut hati pemirsa. Uhh malam itu bak malam bulan purnama dimalam lebaran. Uh seakan tak mungkin adanya. Namun nyatanya ada. Malam indah bersama pukulan tongkat pramuka yang mempertemukan kita.

4 Agustus 2016, 07.30
Senyum kedua setelah senyum pertama terjatuh setelah gertakan itu datang. Tak seperti yang lain yang balik menggertak. Namun nyatanya kamu berbalik senyum seperti mengingat-ingat pukulan semalam yang katanya membuat kenangan itu. Hari telah berganti, acara pertama telah berlalu, namun hati yang serasa patah itu masih tetap syahdu. Oh indahnya malam itu. Namun biarlah tak usah menengok, saya teringat bahwa hari ini masih ada malam hari. Yang pada akhirnya kita berjumpa lagi di depan kobaran api. Kamu bernyanyi dan saya hanya berdiam diri dan berkata dalam hati "itu lagu buat siapa ya? Semoga buat saya" haha.. ternyata angan-angan saya terlalu tinggi. Seakan-akan saya tidak sadar bahwa ternyata dia sedang Pentas Seni.

5 Agustus 2016, 09.00
Waktu menunjukkan pukul 09.00 dan ini artinya perpisahan semakin dekat. Memang betul kita berpisah. Namun sebelum berpisah senyum ketiga itupun jatuh sebelum kita berpisah. Genggaman tangan yang erat penuh kasih sayang dan senyum malu akibat profesional itu seakan-akan menjadi kenangan terakhir sebelum kita jauh ataupun dijauhkan. Sampai-sampai saya berfikir jika memang takdir Tuhan kita bertemu ya kita pasti akan dipertemukan. Namun entah kapan itu urusan Tuhan. Saya hanya mengikuti arus tanpa skenario yang diberikan langsung oleh Tuhan...

7 Agustus 2016
Chat mulai datang berbondong-bondong. Percakapan sampai tengah malam pun terjadi tanpa unsur kesengajaan. Mencurahkan masalah bercerita sampai tak ingat seberapa lama kita bersapa. Hanya bercerita tanpa berfikir panjang.
Chat,
Chat,
Chat,
Dan chat...

9 Agustus 2016
Panggilan sayang mulai datang, gemetar hati saat membalas. Bahagia raut gembira, karena tau bahwa dia memiliki perasaan yang sama. Yang artinya cinta saya tak sendirian. Seperti biasa Chat dari petang sampai malam sampai pagi terang benderang. Itulah awal panggilan sayang itu datang. Dan hari-hari berlalu penuh kasih sayang{}

13 Agutus 2016
Inilah, malam indah semalam suntuk bersama dalam satu atap namun beda sandaran. Indahnya malam itu... namun ternyata malam itu tak berlangsung lama, karena diselimuti kebahagiaan ^_^
Dan akhirnya malampun berlalu, Pagi hari telah tiba

14 Agutus 2016, Pagi
Kita berjumpa lagi. Namun, sekarang tak seatap lagi namun kita satu sandaran. Kamu datang dan menghantatkanku pulang. Setelah itu kamu meminta perjelasan hubungan. Terimakasih sayang.. akankah ini berlangsung lama? Semoga saja iya

ARFNGHRH~
Bersambung-

Tetaplah bersamaku. Jangan pernah malu. Aku sayang kamu.. Nugg{}

Rabu, 20 April 2016

Perjalanan

Sebuah perjalanan etah itu pahit atau apa namanya. Yang membutuhkan sebuah kesabaran yang amat sangat besar. Ya!! Perjalan hidup namanya.. Sebuah putra lahir dari seorang ibu yang baru sembuh dari kanker serviks. Kanker yang sangat menakutkan bagi para wanita.
Perjalanan yang pahit yang dirasa sangat susah bagi seorang ibu dari awal kehamilan. Saat hamil yang sangat butuh perjuangan. Dimana selalu tak tahan bau asap. Mutahan dimana mana. Hanya bisa pasrah dan menangis dengan ujian ini. Akhirnya lahir putranya.
Dan.. Inilah awal dari sebuah perjuangan!! dari lahir hingga saat ini (umur 4 tahun). Lahir keluar tanpa menangis. Dia pun tidak bisa mengeluarkan air mata. Ya Allah tak tega melihatnya yang setiap hari harus dikasih mamahan bawang merah di ubun-ubunnya. Ya Allah entah bagaimana pedihnya. Kemudian beberapa halanganpun datang dan mengharuskan seorang ibu dan anaknya untuk pergi ke sebuah pengobatan tradisional yang amat sangat jauh dari rumah. Hujan, panas, siang, malam harus dilakoni seorang ibu demi kesembuhan anaknya. Kasian? Ya tentu kasian! Tapi keadaan yang mengharuskan!! Pedih? Sangat pedih. Usia 40 hari harus jalan malam2 keadaan hujan deras! Sangat menyakitkan. Ya Allah.. Padahal anak seusianya itu masih diam di kasur dalam dekapan ibu.
Sabar sabar dan sabar. Akhirnya, ibu pun memilih untuk membelikan rumah untuk dukun tersebut. Hutang sana sini akhirnya bisa juga rumah itu terbeli. Akhirnya orang itu pun pindah ke rumah yang baru ibu beli. Bahagia tentu saja karena tidak harus jauh jauh lagi untuk berobat. Namun, seiring berjalannya waktu, dukun tersebut banyak meminta imbalan. Bahkan beliau juga menginginkan uang pinjaman dari ibu. Namun dia meminjam uang yang sangat besar jumlahnya. Sekitar 20jt. Dengan ancaman jika ibu tidak mau meminjami uang tersebut maka pengobatan anaknya itu akan dihentikan.
Bagaimana mirisnya hati ibu tersebut? Tak ada seorang ibu yang tidak menginginkan anknya untuk sembuh. Kemudian ibu pun mencari penjaman lagi. Namun lama kelamaan orang tersebut malah kurang memperhatikan Danu (putra dari ibu itu) malah membuat banyak masalah dan akhirnya beliau diusir dari kampung tempat ibu itu tinggal.
Singkat cerita ibu pun bingung bagaimana kelanjutan terapi Danu itu. Namun ibu tidak pasrah. Ibu tetap mencari alternatif pengobatan lain. Banyak dokter yang didatanginya. Namun malah bantak dari sekian dokter tersebut yang mengatakan bahwa Danu sindrom. Ya. Perkataan yang sungguh menyakitkan.
Namun, usaha ibu tidak haya sampai diaitu. Ibu pun akhirnya mencari terapi di daerah Pekalongan. Dan ibu menemukan doketer yang cocok disana. Dokter terapi yang terapinya itu dijadwalkan 2x 1 minggu. Namun sama saja kasian Danu yang tiap hari kepanasan di jalan. Akhirnya terapi itupun dihentikan. Namun dokter menyatankan untuk mendaftarkan Danu ke PAUD namun. Apa daya sampai sekarang (umur 4 th) Danu belum bisa bicara selancar teman teman sebayanya. Paling dia hanya bicara sepatah dua patah kata. Paling hanya mamah, maem, tumbas (beli).
Sabar dan terus sabar yang harus dikebalkan. Semoga saja Danu cepet bisa bicara seperti teman teman sebayanya

~kilas kehidupan

*sabarlah dalam menghadapi ujian. Ingatlah. Banyak orang diluar sana yang kurang beruntung. Dan manfaatkanlah kehidupan sebaik-baiknya.